Down Maning

Semalem. Baru aja internet jalan beberapa jam, kaput lagi sekitar jam 23:00. Aku pikir paling-paling server-nya cuma down untuk sementara seperti biasa, karena kan kemarin sore setting-an desktop ini udah diutak-atik sama “orang internet”.

Ternyata. Waktu aku tried to get connected in the morning, masih aja “down”. Aku coba telf ke ISP, telfon mereka pun rusak. Mampus. Aku coba telfon lagi se-jam kemudian, baru nyambung. Dan (katanya) aku udah dapet jadwal kunjungan 13:00.

Ternyata. Sampe 13:00 belum ada yang dateng. Tiwas aku udah mandi pula. Bukan karena “orang internet” yang diutus itu ganteng-ganteng, tapi karena aku beneran dekil. “The kill”. Dan bau. Berhubung hari ini Jakarta panas banget dan karena nggak bisa on-line, aku tadi pagi main ke tempat Dudung. Katanya mo ada upacara penguburan ikan koi, taunya pas aku sampe di sana upacaranya udah selesai…

Jadi aku foto-foto kembang, pohon dan segalanya :)

Indah nggak?

Jam 15:00 kurang. Ada bunyi motor brenti depan rumah. Ternyata “orang internet” dan bukan orang yang kemarin datang. “Mas, moga-moga besok saya nggak usah telfon lagi ya? Kira-kira ini internet nanti malem mati lagi nggak?”

Sometimes sarcasm is needed.

Selain kekacauan internet, hari ini listrik mati dua kali. Pas kematian yang pertama berubah menjadi “kehidupan”, bokap senewen. “Lampu kamar mandi mati! Lampu kamar saya juga mati!”

“Hid, tolong kamu pinjem tangga ke Pak Dudung. Terus kamu tanya sama dia, di mana beli lampu.”

Oke, Non. Kata Wahid kepadaku. Pas aku liat “rumah-rumahan” listrik di dapur, ternyata ada satu “cetrekan” yang turun — listrik bagian kamar mandi dan kamar (tidur) si Mister. Akhirnya aku lelarian ke rumah Dudung lagi. Kesian juga kan Wahid udah capek-capek ngegotong tangga ternyata sia-sia.

Oh ya. I’ve never written here before that I think Barbie is my neighbor. Beneran. Rumahnya 3 rumah ke kiri dari rumahku. Tapi aku nggak pernah liat yang punya rumah, soalnya aku termasuk orang “sombong” in this neighborhood :) Sama tetangga yang rumahnya nempel aja aku nggak pernah ngomong. Soalnya aku udah kesel duluan sama pembantu-pembantu sekitar sini yang moncongnya lebih monyong dari TOA.

Darah kampung. Kemanapun kan kau bawa.

Sebelum lupa, ini lah rumah Barbie yang aku maksud…

Aku juga motret diri sendiri selama nungguin “orang internet”. Ini hasilnya:

selfportraits.jpg

Dan ini selengkapnya. Dan sekarang aku lapar. Dan aku harus makan. Dan kamu boleh ikut makan :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s